Sumatera – Pemerintah Indonesia menggelar rapat lintas kementerian untuk membahas percepatan penanganan kondisi darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyebut rapat tingkat menteri akan dipimpin Menko PMK Pratikno pada Kamis siang dan diikuti berbagai instansi seperti Basarnas, BNPB, BMKG, TNI/Polri, serta para kepala daerah terdampak.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor tercatat memberikan dampak besar terutama di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Data per Rabu malam menunjukkan lebih dari 1.902 keluarga terdampak hanya di Tapanuli Tengah, dengan satu keluarga beranggotakan empat orang meninggal karena tertimbun longsor. Di Sibolga Selatan, delapan warga dilaporkan meninggal dunia dan 21 orang masih hilang, sementara di Tapanuli Selatan enam warga tewas akibat banjir bandang.
Untuk mendukung evakuasi dan kebutuhan pengungsi, Basarnas bersama unsur SAR gabungan telah mendirikan beberapa titik penampungan, seperti GOR Pandan di Tapanuli Tengah, SMPN 5 Parombunan di Sibolga, serta lokasi pengungsian di Batang Toru. Seluruh unsur SAR, termasuk TNI/Polri, BPBD, Polairud, dan relawan daerah, telah dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban dan penyaluran bantuan. Pemerintah menargetkan koordinasi lintas kementerian ini dapat mempercepat pemulihan awal di wilayah terdampak bencana cuaca ekstrem tersebut.

+ There are no comments
Add yours