Jakarta — PT Pertamina (Persero) berhasil membukukan kinerja yang solid hingga kuartal III 2025. Perusahaan pelat merah itu mencatat laba sebesar US$2,05 miliar, atau sekitar Rp34 triliun jika menggunakan asumsi kurs Rp16.610 per dolar AS. Pencapaian ini diraih di tengah berbagai tekanan eksternal yang menantang sektor energi global.Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menjelaskan bahwa sepanjang periode tersebut perusahaan harus menghadapi sejumlah faktor negatif, seperti penurunan harga minyak mentah dunia, melemahnya crack spread, dan terdepresiasinya nilai tukar rupiah.

Meski begitu, Pertamina tetap mampu menjaga kinerja keuangan dan mempertahankan profitabilitas.

“Hingga Q3 2025, Pertamina masih mencatat pendapatan yang kuat dengan laba positif mencapai US$2,05 miliar,” ujarnya dalam Earnings Call 3Q25 kepada para investor.

Emma menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti ketahanan bisnis Pertamina dalam mengelola volatilitas pasar energi global. Ia menyebut perusahaan terus melakukan optimalisasi di seluruh lini usaha untuk menjaga efisiensi, termasuk strategi pengendalian biaya dan peningkatan nilai tambah produk. Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan energi nasional sambil menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours