Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bertemu dengan Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, dan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, pada Rabu pagi di Jakarta. Pertemuan ini dilakukan setelah terungkapnya temuan beras ilegal di dua wilayah perbatasan tersebut.
Diskusi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini bertujuan untuk membahas pemenuhan kebutuhan pertanian serta menyusun langkah-langkah dukungan jangka panjang bagi Sabang dan Batam. Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran menawarkan berbagai bantuan untuk Sabang, termasuk pengembangan padi gogo, kelapa, kakao, serta penyediaan alsintan dan pompa.
Ia juga berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk memenuhi permintaan terkait pembentukan desa nelayan. Untuk Batam, fokus dukungan diarahkan pada pengembangan hortikultura dan jagung, dengan tujuan menjadikan Batam sebagai pemasok hortikultura ke Singapura.
Sebelum pertemuan, Mentan Amran mengumumkan temuan 250 ton beras ilegal yang masuk ke Sabang dan 40,4 ton beras ilegal di Batam. Penindakan cepat dilakukan berkat koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Wali Kota Sabang dan Batam menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan menilai komunikasi yang solid antara pusat dan daerah dapat memperkuat stabilitas serta pembangunan pangan.

+ There are no comments
Add yours