Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki total sumber daya timah mencapai 2,88 juta ton logam. Dari jumlah tersebut, sekitar 91% atau 2,56 juta ton berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wilayah ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat utama produksi timah nasional, dan terus menjadi tumpuan besar bagi sektor pertambangan logam strategis Indonesia.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa cadangan terbukti di wilayah Bangka Belitung mencapai 2,01 miliar ton bijih atau setara 2,04 juta ton logam timah. Dari total tersebut, PT Timah Tbk memiliki sumber daya sekitar 804 ribu ton dengan cadangan mencapai 310 ribu ton. Namun, Tri juga menyoroti adanya tumpang tindih izin usaha pertambangan (IUP) di sekitar 40% wilayah operasional PT Timah yang dapat menjadi tantangan bagi pengelolaan tambang ke depan.
Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa di Pulau Bangka terdapat 94 IUP milik PT Timah dan 44 IUP milik perusahaan swasta. Sementara itu, di Pulau Belitung terdapat 19 IUP milik PT Timah dan 15 IUP swasta, serta di Kepulauan Riau tercatat 6 IUP milik PT Timah dan 11 IUP swasta. Dengan total 70 IUP dikelola oleh pihak swasta, pemerintah menegaskan pentingnya sinergi dan pengawasan yang ketat agar potensi besar timah nasional dapat dikelola secara berkelanjutan serta memberi manfaat maksimal bagi perekonomian Indonesia.

+ There are no comments
Add yours