Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan dorongan positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa kebijakan tersebut terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat, terutama lewat peningkatan konsumsi rumah tangga yang kembali menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Implementasi MBG yang merata di berbagai daerah juga membantu memperkuat stabilitas permintaan pangan di pasar domestik.
Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang merasakan dampak langsung dari program ini. Permintaan terhadap komoditas seperti daging ayam, telur, dan hasil tanaman pangan meningkat seiring distribusi menu gizi ke sekolah dan fasilitas masyarakat. Kondisi ini mendorong pertumbuhan positif pada subsektor tanaman pangan serta industri pengolahan makanan dan minuman. Selain itu, peningkatan aktivitas produksi turut membuka lapangan kerja baru, sehingga membantu menekan tingkat pengangguran.
Dari sisi ekonomi digital, perluasan sistem distribusi dan penjualan bahan pangan melalui platform daring juga menunjukkan peningkatan. Transaksi e-commerce pangan tercatat mengalami pertumbuhan, menguntungkan pelaku usaha kecil hingga UMKM. Pemerintah menilai, keberlanjutan program MBG tidak hanya memberikan manfaat sosial dalam meningkatkan kecukupan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan nasional dan mendukung fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif ke depan.

+ There are no comments
Add yours