Tangerang – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penerapan harga eceran tertinggi (HET) beras satu harga menjadi langkah strategis pemerintah untuk menekan harga beras di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut, menurutnya, penting untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah dan memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau secara merata. “Tujuan kita adalah menurunkan harga supaya masyarakat bahagia,” ujar Amran saat meninjau Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Mektan Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/10/2025).
Amran menyebut pemerintah terus memantau pergerakan harga beras secara nasional melalui sinergi lintas sektor, termasuk operasi pasar yang dinilai efektif menjaga stabilitas pasokan dan permintaan. Ia juga bersyukur karena tren harga beras mulai menurun di berbagai daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 23 provinsi mengalami deflasi beras, tiga provinsi stabil, dan 12 provinsi lainnya masih mencatat inflasi. “Operasi pasar, alhamdulillah, berhasil karena tadi turun dan bahkan deflasi beras,” ungkapnya. Pemerintah, lanjut Amran, juga telah menurunkan tim khusus di 51 daerah yang masih mencatat harga beras di atas HET untuk mempercepat penyesuaian harga sesuai kebijakan nasional.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pemerintah sedang memfinalisasi penetapan HET beras satu harga dan akan segera melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan menyederhanakan klasifikasi mutu beras dari kategori premium dan medium menjadi beras reguler dan beras khusus. “Kami sudah rapat, tentu nanti kami akan laporkan ke Presiden dulu,” kata Zulhas di Jakarta, Rabu (13/8/2025). Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki HET terbaru, namun belum dapat diumumkan sebelum mendapat persetujuan resmi dari Presiden.

+ There are no comments
Add yours