Jakarta – Bank Pembangunan Asia (ADB) setujui dana Rp6,7 triliun guna pengembangan tambang tembaga dan emas Reko Diq di Pakistan. Proyek besar ini berpotensi jadi tambang tembaga kelima terbesar dunia, namun menuai kontroversi soal risiko pelanggaran HAM dan kerusakan lingkungan. Dana US$300 juta berupa pinjaman ke perusahaan Kanada Barrick, sisanya jaminan kredit pemerintah lokal. Wilayah Balochistan yang kaya sumber daya ini didera konflik dan kemiskinan, membuat proyek ini jadi sorotan keras dari kelompok sipil. Kadmiliter Pakistan manfaatkan proyek ini untuk negosiasi dagang dengan AS. Meski menjanjikan ekonomi, proyek ini masih hadapi sengketa hukum dan ketegangan antara pemerintah pusat dan daerah.
+ There are no comments
Add yours