Jakarta – Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan akan gencar mengejar pajak dari ekonomi hitam atau shadow economy pada 2026. Targetnya adalah sektor perdagangan eceran, makanan dan minuman, perdagangan emas, serta perikanan yang selama ini banyak aktivitasnya luput dari pengawasan pajak. Upaya ini dilakukan untuk mencapai target pendapatan pajak sebesar Rp2.357,71 triliun tanpa menaikkan tarif pajak.Sejak Tanggal 1 Januari 2025, pemerintah telah menerapkan berbagai langkah seperti integrasi NIK dengan NPWP, implementasi sistem Core Tax Administration System (CTAS), canvassing wajib pajak baru, dan memanfaatkan data OSS BKPM untuk menjaring UMKM. Selain itu, dilakukan pencocokan data pelaku usaha di platform digital untuk mengidentifikasi bisnis yang belum terdaftar secara fiskal, serta kajian intelijen untuk menangani wajib pajak berisiko tinggi.Strategi ini diharapkan dapat memperluas basis pajak dengan pengawasan ketat di sektor-sektor yang memiliki aktivitas ekonomi hitam tinggi. Dengan cara ini, pemerintah optimistis penerimaan pajak bisa meningkat tanpa memberatkan pelaku usaha melalui kenaikan tarif, sehingga mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
+ There are no comments
Add yours