Jakarta – Sebuah pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh seorang Jenderal Israel memicu kecaman keras dari berbagai pihak di seluruh dunia. Dalam rekaman yang disiarkan oleh stasiun TV Channel 12 Israel pada Minggu (17/8/2025), Jenderal Aharon Haliva mengatakan bahwa 50 warga Palestina harus mati untuk setiap orang Israel yang terbunuh pada 7 Oktober 2023, tanpa mempedulikan apakah mereka anak-anak atau bukan.Jenderal Haliva bahkan menyebutkan bahwa jumlah korban tewas di Gaza, yang ia perkirakan lebih dari 50.000 orang, diperlukan sebagai pesan bagi generasi Palestina di masa depan. Pernyataan ini dianggap sebagai seruan untuk melakukan pembantaian massal terhadap warga sipil Palestina, yang jelas melanggar hukum humaniter internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan universal.Pernyataan Jenderal Israel ini telah dikecam keras oleh berbagai organisasi hak asasi manusia, pemimpin politik, dan tokoh agama di seluruh dunia. Mereka menyerukan agar Jenderal Haliva segera diadili atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah Israel untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pejabat militer yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina.
+ There are no comments
Add yours