Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan informasi penting terkait kualitas beras yang beredar di pasaran. Dalam konferensi pers yang diadakan di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada Jumat (16/8/2025), Mentan mengungkapkan hasil pengujian terhadap 10 sampel beras premium medium. Hasilnya sangat mengejutkan, campuran beras patah (broken rice) mencapai rata-rata 59 persen. Angka ini jauh melampaui batas maksimal yang diperbolehkan untuk kategori beras premium medium, yaitu hanya 15 persen. Temuan ini memperkuat dugaan praktik kecurangan beras oplosan yang merugikan konsumen. Amran menegaskan, Kementan akan menindak tegas 212 merek beras yang tidak memenuhi ketentuan pemerintah. Kasus ini disebut menyebabkan kerugian konsumen hingga Rp99,35 triliun akibat manipulasi kualitas dan harga di tingkat distribusi. Amran menyebut kondisi ini ekstrem, karena beras premium medium yang dijual ke masyarakat justru berkualitas di bawah standar.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours