JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan interpretasi yang berbeda terhadap lonjakan inflasi di sektor restoran. Ia menilai kenaikan tersebut sebagai indikator positif yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Mendagri menjelaskan bahwa inflasi terbagi menjadi tiga jenis: inflasi barang bergejolak (volatile goods), inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices), dan inflasi inti. Kenaikan inflasi inti, yang mencakup sektor restoran, menurutnya, mencerminkan peningkatan daya beli. Data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Juli 2025 menunjukkan inflasi umum year on year (yoy) mencapai 2,37%, meningkat dari 1,87% pada Juni 2025. Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencapai 3,75% (yoy), sementara inflasi sektor makanan dan minuman/restoran mencapai 1,86% (yoy). Meskipun mengakui perlu adanya kewaspadaan terhadap kenaikan harga makanan dan minuman, Mendagri menekankan bahwa kenaikan inflasi di sektor restoran merupakan indikator positif untuk daya beli masyarakat. Pernyataan Mendagri ini perlu dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan data dan faktor ekonomi lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat. Beberapa ekonom mungkin memiliki pandangan yang berbeda terkait interpretasi data inflasi ini.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours