Jakarta – Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan ancamannya untuk menaikkan tarif impor secara signifikan terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Rusia. Secara khusus, Trump menyoroti India yang saat ini dikenakan tarif 25%, dengan peringatan bahwa kenaikan lebih besar akan diberlakukan dalam waktu 24 jam jika New Delhi terus mengimpor energi Moskow. Alasannya jelas pembelian tersebut dianggap mendanai perang Rusia di Ukraina. Mereka membiayai mesin perang. Saya tidak akan diam, tegasnya.Namun, ancaman Trump terkesan berubah-ubah. Meski awal bulan ini sempat menyebut angka tarif hingga 100% jika tidak ada kesepakatan dalam 50 hari, dia kini mengaku belum menentukan angka pasti dan menyatakan kebijakan akan disesuaikan dengan perkembangan. “Kita lihat saja,” ujarnya, seraya menyebut pertemuan dengan Rusia akan segera digelar untuk mengevaluasi situasi. Pernyataan ini memunculkan tanda tanya apakah ancaman tarif besar-besaran benar-benar akan dijalankan atau sekadar taktik negosiasi.Di tengah ketegangan ini, diplomasi AS berjalan di dua jalur. Utusan khusus Steve Witkoff segera bertolak ke Moskow untuk membahas gencatan senjata Ukraina, mendekati tenggat 8 Agustus yang ditetapkan Trump. Secara terpisah, Trump mengaku AS hampir mencapai kesepakatan dengan China untuk memperpanjang gencatan senjata dagang, yang mencakup pembatasan kenaikan tarif dan relaksasi ekspor produk strategis. Ini menunjukkan kompleksnya upaya menekan Rusia sambil menjaga stabilitas ekonomi global.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours