Jakarta – Data terbaru memperlihatkan fenomena menarik di belanja online Indonesia paruh pertama 2025. Meski jumlah orang yang berbelanja secara daring terus meningkat, rata-rata uang yang dikeluarkan per orang justru turun signifikan, sekitar 13% dibanding tahun sebelumnya. Konsumen kini jauh lebih selektif, lebih memprioritaskan belanja untuk kebutuhan pokok sehari-hari ketimbang barang-barang yang dianggap kurang penting.Perilaku berhemat ini juga terlihat dari pilihan platform belanja. Pengeluaran melalui layanan *quick-commerce* seperti Alfagift dan GrabMart justru melonjak, karena platform ini lebih sering digunakan untuk membeli bahan makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga mendesak. Sebaliknya, pengeluaran untuk kategori seperti fashion dan elektronik di e-commerce umum mengalami penyusutan, menandakan masyarakat benar-benar mengencangkan ikat pinggang.Kondisi ini menghadirkan tantangan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Di tengah daya beli yang melemah, konsumen yang tetap ingin membeli produk non-pokok cenderung mencari barang impor dengan harga lebih murah, membuat produk lokal semakin sulit bersaing. Tren berhemat yang ketat ini jelas mengubah lanskap belanja online di Tanah Air.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours