Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi Danantara sedang menjajaki kerja sama strategis dengan lembaga keuangan pembangunan Amerika Serikat, U.S. Development Finance Corporation (DFC). Kolaborasi ini difokuskan untuk mendanai pengembangan ekosistem investasi di sektor mineral kritis Tanah Air. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia membuka pintu bagi investasi asing, termasuk dari AS, untuk memajukan sektor-sektor strategis.Airlangga pun menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya sekadar menggarap bahan mentah, melainkan berorientasi pada komoditas industri hasil olahan mineral kritis. Artinya, nilai tambah dari pengolahan mineral akan tetap dinikmati di dalam negeri. Kebijakan ini selaras dengan komitmen pemerintah mendorong hilirisasi industri pertambangan, mengubah sumber daya alam menjadi produk bernilai tinggi sebelum diekspor.Keterbukaan terhadap investasi asing di sektor mineral ini bukan hal baru. Airlangga menyebut Indonesia juga telah melakukan kerja sama serupa dengan Uni Eropa, salah satunya melalui perusahaan Prancis Eramet. Nah, kolaborasi dengan DFC AS ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi global yang menarik, khususnya dalam pengembangan industri berbasis mineral masa depan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours