JAKARTA – Pengenaan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara, termasuk China, menimbulkan kekhawatiran akan membanjirnya produk China ke pasar Indonesia. Head of Corporate Banking UOB, Edwin Kadir, mengatakan penurunan daya saing produk China di AS akan mendorong pencarian pasar alternatif, dan Indonesia menjadi salah satu target utama karena potensinya sebagai lokasi distribusi produk massal. Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Aviliani, yang mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak kebijakan AS terhadap negara lain. Aviliani memprediksi China akan menjadikan Indonesia sebagai pasar alternatif. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menambahkan bahwa tarif impor timbal balik AS akan berlaku pada Agustus mendatang. Indonesia sendiri akan menerapkan tarif 19% pada awal Agustus setelah adanya pernyataan kesepakatan bersama antara kedua negara. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh pemerintah dan pelaku usaha Indonesia agar tetap mampu bersaing di pasar domestik.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours