Jakarta – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON95. Harga BBM subsidi ini turun menjadi RM 1,99 per liter atau setara dengan Rp7.672 per liter (berdasarkan kurs Rp3.855 per ringgit Malaysia). Penurunan ini berlaku efektif sebelum akhir September dan hanya untuk warga negara Malaysia. Warga asing tetap akan membeli BBM dengan harga nonsubsidi. Langkah ini diambil menyusul rencana demonstrasi yang akan digelar oleh warga Malaysia yang menuntut pengunduran diri Anwar akibat lonjakan harga kebutuhan pokok dan ketidakpuasan terhadap reformasi yang dilakukan. Penurunan harga BBM RON95 di Malaysia ini menciptakan perbedaan harga yang signifikan dibandingkan dengan Indonesia. Di Indonesia, harga Pertamax Green 95 (setara RON95) dijual dengan harga Rp13.500 per liter sementara merek lain seperti Shell V-Power, BP Ultimate dan Vivo Revvo 95 dijual di kisaran harga Rp13.780 per liter. Dengan demikian, harga RON95 di Malaysia jauh lebih murah sekitar setengah harga dari yang berlaku di Indonesia. Perbedaan harga ini tentu saja akan menjadi sorotan publik dan memicu perbandingan kebijakan energi kedua negara. Perbandingan harga BBM juga mencolok jika dibandingkan dengan Singapura. Di negara tetangga tersebut, harga RON95 mencapai SGD 2,91 per liter atau sekitar Rp37.040 per liter (berdasarkan kurs Rp12.728 per dolar Singapura). Hal ini menunjukkan betapa kebijakan pemerintah Malaysia dalam menurunkan harga BBM memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakatnya. Namun, perlu diingat bahwa kebijakan ini hanya berlaku untuk warga negara Malaysia dan dampak jangka panjang dari penurunan harga BBM ini masih perlu dipantau.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours