Jakarta – CEO Nvidia Jensen Huang justru menyarankan generasi muda menghindari jurusan IT jika ingin sukses di masa depan. Dalam sebuah wawancara, miliarder dengan kekayaan Rp2.399 triliun itu mengaku akan memilih ilmu fisika ketimbang teknologi informasi bila ia lulus kuliah saat ini. Pernyataan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Nvidia adalah perusahaan chip AI terkemuka dunia dengan nilai pasar Rp64.884 triliun.  Huang menjelaskan bahwa tren kecerdasan buatan (AI) kini memasuki fase baru bernama “Physical AI” yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang hukum fisika. “AI masa depan perlu mengerti konsep seperti gesekan, kelembaman, dan penyebab-akibat di dunia nyata,” ujarnya. Ia mencontohkan kemampuan memprediksi gerak benda atau menghitung gaya tanpa merusak objek sebagai keterampilan krusial. Fase ini dinilainya jauh lebih kompleks dan menarik dibanding AI generatif atau reasoning AI yang sedang berkembang.  Saran Huang ini terkait erat dengan visinya tentang revolusi robotika dalam 10 tahun ke depan. Ia memprediksi pabrik-pabrik masa depan akan dipenuhi robot cerdas berbasis Physical AI untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja global. “Robot yang memahami fisika akan jadi tulang punggung industri,” tegas pendiri Nvidia itu. Rekomendasinya ini bikin kepala banyak orang manggut-manggut, terutama dari kalangan yang selama ini menganggap jurusan IT sebagai primadona.  

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours