JAKARTA, 11 Juli 2025 – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Investasi/BKPM, berencana untuk melakukan hilirisasi terhadap 28 komoditas unggulan. Langkah ini merupakan perluasan dari keberhasilan program hilirisasi nikel yang telah meningkatkan nilai tambah secara signifikan. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, menjelaskan bahwa program ini akan meniru model keberhasilan hilirisasi nikel yang telah mendorong nilai tambah hingga US$ 30 miliar (sekitar Rp 486,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.218 per US$) pada tahun 2024.

Keberhasilan hilirisasi nikel mendorong pemerintah untuk memperluas program ini ke 27 komoditas lainnya. Komoditas-komoditas tersebut sangat beragam dan berasal dari berbagai sektor.  Indonesia memiliki posisi yang kuat di pasar global untuk beberapa komoditas ini. Berikut daftar lengkap 28 komoditas yang akan dihilirisasi, beserta persentase penguasaan pasar global Indonesia (jika tersedia):

1. Nikel (42%):  Peringkat 1 dunia

2. Timah (16,3%): Peringkat 2 dunia

3. Tembaga (3%): Peringkat 11 dunia

4. Bauksit (4%): Peringkat 6 dunia

5. Besi Baja (0,94%): Peringkat 16 dunia

6. Emas (5%) & Perak (2%):  Persentase pasar global belum ditentukan

7. Batu Bara: Peringkat 7 dunia

8. Aspal Buton (3,91%): Peringkat 3 dunia

9. Minyak Bumi (0,1%): Peringkat 5 di Asia Pasifik

10. Gas Bumi (0,7%): Peringkat 4 di Asia Pasifik

11. Sawit (58,7%): Peringkat 1 dunia

12. Kelapa (27%): Peringkat 1 dunia

13. Karet (27%): Peringkat 2 dunia

14. Kayu Balok (4%): Peringkat 6 dunia

15. Getah Pinus (13%): Peringkat 3 dunia

16. Udang (16%): Peringkat 3 dunia

17. Ikan TCT (21%): Peringkat 1 dunia

18. Rajungan (3%): Peringkat 2 dunia

19. Rumput Laut (28%): Peringkat 2 dunia

20. Garam: Potensi lahan 47.734 hektar

21. Pasir Silika (0,9%): Peringkat 18 dunia

22. Mangan (3,2%): Peringkat 7 dunia

23. Kobal (7,19%): Peringkat 3 dunia

24. Logam Tanah Jarang: Cadangan 227.976 ton

25. Kakao (4%): Peringkat 7 dunia

26. Pala (31,2%): Peringkat 1 dunia

27. Tilapia (22,1%): Peringkat 1 dunia

28. Biofuel (59% dari sawit):  Peringkat 1 dunia (dari sawit)

Todotua menambahkan bahwa perencanaan roadmap hilirisasi ini didasarkan pada basis volume komoditas yang tersedia di Indonesia. Pemerintah berharap program ini dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi secara signifikan, membuka peluang investasi, dan menciptakan lapangan kerja baru. Daftar lengkap ke-28 komoditas tersebut menunjukkan potensi besar Indonesia dalam memanfaatkan kekayaan alamnya secara optimal dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Pemerintah optimistis langkah ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours