Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Indonesia memerlukan investasi baru minimal Rp 7.500 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada tahun 2026, dengan target mendekati 5,9%. Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR ke-21 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024-2025 di Jakarta. Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi yang signifikan tidak dapat dicapai tanpa adanya peningkatan investasi yang substansial.

Sri Mulyani menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan investasi pada tingkat 5,9 persen year on year. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah berencana memanfaatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai salah satu andalan dalam menarik investasi domestik dan asing. Investasi yang difokuskan pada sektor strategis dan bernilai tambah tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap target investasi pemerintah.

Dalam paparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026, Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun depan diperkirakan berada di kisaran 5,2% hingga 5,8%. Dengan langkah-langkah strategis dan investasi yang tepat, diharapkan Indonesia dapat melesat menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa depan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours