Jakarta – SKK Migas memproyeksikan peningkatan produksi migas (lifting) Indonesia pada 2026, dengan perkiraan mencapai 1.553–1.627 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Angka ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan target lifting migas tahun 2025 sebesar 1.610 MBOEPD. Rinciannya, lifting minyak diproyeksikan 600–610 ribu barel per hari (bph), sedangkan lifting gas diperkirakan mencapai 5.338–5.695 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).Proyeksi peningkatan produksi ini turut berdampak pada penerimaan negara. SKK Migas memperkirakan kontribusi sektor hulu migas ke kas negara pada 2026 bisa mencapai US$7,8–11,9 miliar, atau setara Rp126,36–192,78 triliun (asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS). Optimisme ini disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI (1/7/2025).Proyeksi optimis ini muncul meski realisasi kinerja hingga Mei 2025 masih di bawah target. Lifting migas baru mencapai 1.555 MBOEPD (97% dari target 2025), dengan lifting minyak mentah 567,9 ribu bph (94% dari target) dan gas 5.530 MMSCFD (98,5% dari target). Penerimaan negara dari hulu migas per Mei 2025 juga baru US$5,18 miliar (39,8% dari target tahunan US$13,03 miliar), sehingga pencapaian target 2026 sangat bergantung pada perbaikan produksi dan faktor harga minyak dunia.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours