Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang semester I tahun 2025 akibat berbagai sentimen global. Setelah sempat mencatatkan penguatan pada awal tahun, IHSG mulai melemah menyusul wacana kebijakan tarif impor dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang baru.Selain itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia turut menambah tekanan terhadap pasar saham. Investor asing secara bertahap menarik dananya dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, beberapa sektor seperti energi dan barang konsumsi masih menunjukkan ketahanan di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.Kendati demikian, pelaku pasar dalam negeri masih menunjukkan optimisme terhadap pemulihan kinerja IHSG pada paruh kedua tahun ini. Dukungan dari kebijakan fiskal pemerintah serta potensi penurunan suku bunga global diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours