SOLO-Ratusan buruh dari PT Kusumahadi Santosa, Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami nasib miris setelah perusahaan tempat mereka bekerja menghentikan operasional tanpa kepastian. Para pekerja ini hanya menerima gaji sebesar Rp1.000 per bulan sejak Januari 2024. Kondisi ini membuat mereka terombang-ambing tanpa kepastian nasib, padahal mereka masih memiliki tanggungan hidup dan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi.
Para buruh mengaku bingung dan kecewa karena tidak adanya kejelasan dari pihak manajemen perusahaan terkait kelanjutan pekerjaan mereka. Upaya komunikasi dan mediasi telah dilakukan melalui serikat buruh, namun belum menghasilkan solusi konkret. Buruh merasa digantung karena status hubungan kerja mereka tidak diakhiri secara resmi, tetapi juga tidak diberikan pekerjaan maupun penghasilan yang layak.
Pemerintah daerah setempat telah menerima laporan terkait kondisi ini dan menyatakan akan segera menindaklanjuti dengan memanggil pihak perusahaan. Kasus ini menambah daftar panjang potret buram kesejahteraan buruh di Indonesia, terutama di sektor industri yang tengah lesu. Para buruh berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar hak-hak mereka dapat dipenuhi dan mereka tidak terus menjadi korban ketidakadilan.
+ There are no comments
Add yours