JAKARTA – dua bulan pertama 2025, pemerintah diperkirakan telah membayar bunga utang sebesar Rp79,3 triliun. Meski keseimbangan primer mencatat surplus Rp48,1 triliun, keseluruhan APBN tetap mengalami defisit Rp31,2 triliun akibat belanja negara yang lebih besar dari penerimaan. Ekonom menilai ini menunjukkan besarnya beban bunga utang yang menggerus anggaran, sementara belanja non-bunga masih minim.

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyoroti bahwa tingginya bunga utang membuat APBN yang semula surplus berubah menjadi defisit. Sementara itu, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai minimnya belanja non-bunga bisa disebabkan efisiensi atau inefektivitas pemerintahan baru. Meski begitu, analis Ronny P. Sasmita menilai keseimbangan primer yang masih positif menunjukkan ekonomi Indonesia tetap stabil, tercermin dari peringkat surat utang yang masih terjaga di level aman.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours