PURBAYA KAJI EFISIENSI ANGGARAN K/L 10 PERSEN, PENGAJUAN BARU AKAN DIBATASI

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengkaji usulan pemangkasan anggaran Kementerian/Lembaga sebesar 10 persen sebagai langkah efisiensi. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga defisit APBN tetap di angka 3 persen terhadap produk domestik bruto di tengah tekanan harga minyak mentah dunia akibat konflik di Timur Tengah. Hingga saat ini, besaran pasti pemotongan masih dalam tahap pembahasan.

“Kalau kami usulin, mereka (K/L) ngajuin 10% (efisiensi). Tapi kalau saya tawarin ke mereka (efisiensi 10%), mereka bukan potong malah nambah terus. Kalau mereka bilang potong, mungkin nanti mereka sesuaikan. Tapi berapa persen, lagi kami diskusikan,” ujarnya kepada awak media di masjid Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada Sabtu (21/3/2026).

Selain rencana efisiensi anggaran, Kementerian Keuangan juga akan membatasi pengajuan anggaran baru dari Kementerian/Lembaga. Meski demikian, pemerintah memastikan kebijakan tersebut tidak akan berdampak terhadap perekonomian nasional serta likuiditas tetap terjaga melalui pemantauan yang dilakukan secara berkala.

Rencana ini sebelumnya telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam rapat tersebut, setiap Kementerian/Lembaga diminta untuk mulai menyiapkan porsi anggaran yang berpotensi dipangkas sebagai langkah antisipasi apabila harga bahan bakar minyak terus mengalami kenaikan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours