Jakarta – Transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 17 Maret 2026, hari terakhir bursa sebelum libur panjang Lebaran, tembus Rp24 triliun, menjadi yang tertinggi dalam beberapa hari terakhir meski tren indeks terus mengalami penurunan. Kondisi ini menegaskan bahwa aktivitas pasar saham menjelang Lebaran tetap ramai, namun kali ini terjadi di tengah tekanan yang membayangi pasar domestik.
IHSG telah melemah selama empat minggu berturut-turut dan kini berada di kisaran 7.100. Dari posisi puncaknya di atas 9.000 pada 20 Januari 2026, indeks sudah terkoreksi lebih dari 20%. Meski secara historis perdagangan saham Indonesia cenderung aktif menjelang Lebaran dengan rata-rata transaksi di atas Rp10 triliun, bahkan sempat menyentuh Rp40,40 triliun pada 2020 dan Rp39,78 triliun pada 2022, aktivitas tahun ini tetap tergolong moderat dibanding euforia 2025. Nilai transaksi yang tinggi juga tidak selalu mencerminkan optimisme, karena merupakan gabungan aksi jual dan beli, termasuk rebalancing portofolio, taking profit, maupun cut loss sebelum libur panjang.
Secara historis, pergerakan IHSG menjelang Idul Fitri cenderung volatil dengan kisaran koreksi minor hingga penguatan moderat. Namun pada 2026 terjadi anomali, di mana IHSG mencatat penurunan terdalam dalam lebih dari satu dekade, yakni turun sekitar 4% dalam sepekan dan bahkan mencapai 4,49% menjelang periode libur 18-24 Maret 2026. Pelemahan ini dipicu sentimen global seperti ketegangan Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel, memicu kekhawatiran inflasi serta potensi suku bunga tinggi lebih lama, yang berdampak pada arus keluar modal dari pasar berkembang termasuk Indonesia, serta tekanan terhadap rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS.

+ There are no comments
Add yours