RUPIAH DIBUKA MENGUAT KE RP16.851 PER DOLAR AS DI TENGAH PENURUNAN HARGA MINYAK

Surabaya – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Rupiah tercatat naik 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.851 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.863 per dolar AS. Penguatan mata uang Garuda ini terjadi di tengah pergerakan harga komoditas global yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup tajam menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan rupiah. Harga minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan di level 87,6 dolar AS per barel, sementara minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 84,2 dolar AS per barel. Kedua harga minyak tersebut turun signifikan setelah sebelumnya pada Senin (9/3/2026) sempat melonjak hingga lebih dari 100 dolar AS per barel.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan yang cukup besar pada harga minyak,” ujar analis mata uang Lukman Leong.

Meski demikian, perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor yang membebani pergerakan rupiah. Pelaku pasar juga mencermati berbagai pernyataan terkait situasi geopolitik yang memengaruhi harga energi global. Saat ini nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours