Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia meminta penyelidikan penuh atas ledakan kapal tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz yang menyebabkan tiga WNI hilang. Insiden terjadi di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah telah menerima laporan dari KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat terkait kejadian tersebut. Di kapal itu terdapat lima WNI, terdiri dari empat awak kapal dan satu teknisi.
Satu WNI awak kapal mengalami luka bakar dan dirawat di rumah sakit di Kota Kazab, Oman. Sementara satu WNI teknisi dilaporkan selamat dan berada di Abu Dhabi. Tiga WNI lainnya masih dalam pencarian oleh otoritas setempat.
Kemlu menyatakan perwakilan RI di UEA dan Oman terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses pencarian dan memastikan kondisi WNI yang selamat.

+ There are no comments
Add yours