Jakarta – Konflik yang memanas di Timur Tengah, khususnya terkait Iran, memicu kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena pasokan energi global ikut terganggu.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang kini berada di kisaran 78 hingga 80 dolar AS per barel, lebih tinggi dari asumsi harga minyak dalam APBN 2026 yang dipatok sekitar 70 dolar AS per barel.
Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan. Menteri Keuangan Purbaya menyebut anggaran negara masih mampu menahan dampak kenaikan harga minyak, bahkan jika harga minyak dunia meningkat hingga sekitar 92 dolar AS per barel.
Pemerintah juga terus menghitung
dampak lonjakan harga minyak terhadap subsidi energi dan stabilitas ekonomi nasional, mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari yang membuat anggaran negara sensitif terhadap perubahan harga energi global.

+ There are no comments
Add yours