PENUTUPAN SELAT HORMUZ ANCAM PASOKAN LPG INDONESIA

Jakarta – Penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi Indonesia, tidak hanya minyak mentah dan BBM tetapi juga Liquefied Petroleum Gas (LPG). Pemerintah diminta segera mengantisipasi risiko gangguan distribusi LPG karena energi ini merupakan kebutuhan dasar rumah tangga untuk memasak.

Konsumsi LPG di Indonesia mencapai sekitar 9 juta metrik ton per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 1,8 juta metrik ton. Artinya sekitar 7,2 juta metrik ton harus dipenuhi melalui impor, yang sebagian besar berasal dari Amerika Serikat (52%) dan Timur Tengah (48%).

Konflik yang meningkat di Timur Tengah, termasuk ketegangan Iran–Israel, berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global. Jika pasokan LPG terganggu, dampaknya bisa lebih besar dibandingkan BBM karena masyarakat masih bisa mengurangi perjalanan, tetapi kebutuhan memasak tidak bisa ditunda.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours