Jakarta – Harga batu bara menguat tipis memperpanjang tren positifnya, ditutup di posisi US$ 117,6 per ton atau menguat 0,09% pada perdagangan Kamis (5/2/2026). Penguatan ini terjadi karena pelaku pasar kini lebih hati-hati menjelang periode libur panjang di China, dengan aktivitas perdagangan yang relatif sepi.
Pasar batu bara kokas China berada dalam kondisi tenang dan berhati-hati, dengan pelaku pasar menahan transaksi besar dan fokus mengelola arus kas serta persediaan. Tekanan dari sisi stok dinilai terbatas, sementara pabrik baja umumnya telah mengamankan pasokan minimum untuk kebutuhan jangka pendek.
Di India, sedikitnya 18 orang tewas akibat ledakan di sebuah tambang batu bara ilegal di negara bagian Meghalaya. Peristiwa ini dapat berdampak pada permintaan batu bara, mengingat India adalah konsumen terbesar kedua batu bara di dunia setelah China.

+ There are no comments
Add yours