Jakarta- Rupiah menguat signifikan sepanjang pekan ini, ditutup menguat 0,41% ke posisi Rp16.810/US$ pada Jumat, 23 Januari 2026. Penguatan ini merupakan yang terkuat dalam dua pekan terakhir. Mata uang Asia lainnya juga menguat terhadap dolar AS, dengan won Korea Selatan menjadi yang paling kencang penguatannya, yaitu 1,85%, disusul yen Jepang yang melonjak 1,51%.
Penguatan rupiah dan mata uang Asia lainnya terjadi di tengah lesunya dolar AS akibat ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Indeks dolar AS (DXY) anjlok 0,92% ke posisi 97,45 dalam pekan ini. Selain itu, pasar juga mengantisipasi penurunan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang diperkirakan akan meningkatkan daya tarik emas dan aset lainnya.
Penguatan rupiah juga didorong oleh intervensi Bank Indonesia (BI) yang berupaya menjaga stabilitas mata uang domestik. Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menyatakan bahwa stabilisasi nilai tukar bukan hanya soal intervensi di pasar.

+ There are no comments
Add yours