KEUANGAN SYARIAH INDONESIA MELONJAK 23,2% PADA OKTOBER 2025

Jakarta – Pangsa pasar keuangan syariah nasional tumbuh 23,2% secara tahunan menjadi Rp12,56 triliun per Oktober 2025, melampaui pertumbuhan keuangan nasional yang hanya naik 13,3% menjadi Rp41,52 triliun. Market share keuangan syariah mencapai 30,3% dari total aset keuangan nasional, meningkat 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Aset pasar modal syariah mendominasi total aset keuangan syariah sebesar Rp11,12 triliun atau 45,9%.

Pertumbuhan aset keuangan syariah juga terlihat pada industri keuangan non-bank (IKNB) syariah yang mencapai 10,7% dengan aset sebesar Rp409,06 triliun. Sementara itu, pangsa pasar perbankan syariah masih relatif kecil, yaitu 7,6% dengan aset sebesar Rp1.028,18 triliun. KNEKS menyoroti pertumbuhan market share perbankan syariah yang relatif lambat, hanya sekitar 2,5% dalam 10 tahun terakhir.

Rasio total aset keuangan syariah terhadap PDB mencapai 54%, menunjukkan kontribusi signifikan sektor keuangan syariah terhadap perekonomian nasional. Namun, ketentuan terkait kewajiban spin off unit usaha syariah asuransi syariah yang harus dilakukan paling lambat Desember 2026 disebut menjadi tantangan dalam menjaga pertumbuhan market share keuangan syariah.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours