Jakarta – Pemerintah sedang menyiapkan proyek pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) melalui hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan proyek DME penting karena Indonesia masih bergantung pada impor LPG. Konsumsi LPG RI mencapai 10 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi domestik hanya sekitar 1,6 juta ton.
PT Pertamina (Persero) dan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) melakukan penandatanganan kesepakatan strategis untuk pengembangan teknologi gasifikasi batu bara untuk menghasilkan DME sebagai substitusi LPG.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebut kolaborasi tersebut sebagai tonggak penting bagi kedaulatan energi Indonesia. Sementara itu, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyatakan kerja sama dengan Pertamina memperkuat struktur industri nasional

+ There are no comments
Add yours