Jakarta – DPP PDI Perjuangan mendorong pemerintah membuka peluang masuknya bantuan internasional untuk penanganan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai penanganan bencana merupakan urusan kemanusiaan yang bersifat universal dan tidak dibatasi oleh sekat negara.
Menurut Hasto, Indonesia juga kerap memberikan bantuan kemanusiaan ke negara lain saat terjadi bencana, sehingga sudah semestinya bersikap terbuka terhadap bantuan serupa. “Kemanusiaan itu universal, tidak berbicara tentang negara. Ketika ada warga dunia yang menjadi korban, Indonesia juga aktif membantu,” ujarnya usai melepas tim relawan PDIP ke wilayah terdampak banjir di Jakarta. Ia menambahkan, laporan relawan di lapangan menunjukkan kebutuhan bantuan masih besar sehingga pemerintah sebaiknya membuka akses bantuan dari negara lain. “Berbagai pintu kemanusiaan dari bangsa-bangsa lain sebaiknya dapat dibuka,” kata Hasto. Ia juga merespons masukan agar bencana di Sumatra ditetapkan sebagai bencana nasional karena dinilai berkaitan dengan kerusakan ekologis akibat alih fungsi hutan.
Hasto menyinggung kebijakan moratorium hutan yang pernah diterapkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menjabat presiden. Menurutnya, perlindungan ekosistem merupakan bagian penting dari upaya pencegahan bencana. “Menjaga ekosistem hutan itu bagian dari kehidupan kita, sehingga harus dilakukan dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh telah menerima bantuan kemanusiaan dari masyarakat Malaysia untuk korban banjir bandang dan longsor. Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan pihaknya tidak akan mempersulit bantuan dari luar negeri. “Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima,” katanya. Sebelumnya, pemerintah pusat menyatakan penanganan bencana di Sumatra masih dapat ditangani secara mandiri oleh Indonesia. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan hasil evaluasi menunjukkan kemampuan dan sumber daya dalam negeri masih mencukupi. “Kita memiliki peralatan angkut, logistik, obat-obatan, serta tenaga medis yang memadai,” ujarnya.

+ There are no comments
Add yours