Jakarta – Danantara Indonesia bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menyiapkan langkah lanjutan dalam penanganan pascabencana dengan membangun sekitar 15.000 unit hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak, khususnya Sumatra Utara dan Aceh. Program ini menjadi bagian dari tahapan pemulihan guna membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait. Pelaksanaannya mengedepankan aspek keselamatan, kelayakan huni, dan penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. “BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/12).
Selain pembangunan huntara, Danantara Indonesia dan BP BUMN juga mengerahkan 1.066 relawan dari berbagai BUMN serta menyiapkan 109 armada truk untuk mendukung penanganan tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Aceh menjadi salah satu wilayah prioritas dalam penyaluran bantuan tahap awal, seiring dengan dampak bencana yang cukup luas di daerah tersebut.
Melalui program ini, BUMN mengerahkan dukungan lintas sektor, mulai dari relawan, logistik, hingga sumber daya operasional agar bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara cepat dan tepat sasaran. “Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara,” tutur Dony.
Adapun bantuan kemanusiaan yang disalurkan meliputi pakaian layak pakai, perlengkapan bayi dan anak, susu, popok, kebutuhan gizi dasar, air bersih, sembilan bahan pokok, obat-obatan, tenda komunal, selimut, hingga perlengkapan ibadah. Dony mengapresiasi keterlibatan para relawan BUMN. “Saya merasa bangga melihat lebih dari seribu karyawan BUMN yang bersedia turun langsung sebagai relawan untuk membantu masyarakat terdampak,” ungkapnya. Seluruh penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara terkoordinasi agar proses pemulihan pascabencana berjalan tertib dan berkelanjutan.

+ There are no comments
Add yours