Jakarta – K.H. Zulfa Mustofa, yang baru saja mengemban amanah sebagai Pejabat Sementara (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), secara resmi meminta restu dan dukungan dari seluruh anggota dan elemen Nahdlatul Ulama. Permintaan ini disampaikan pada 10 Desember 2025, menandai awal kepemimpinannya dalam menjalankan roda organisasi.
Zulfa Mustofa menekankan bahwa tugas sebagai Pj Ketum memerlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat dari semua pihak agar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dapat menjalankan fungsinya secara optimal, terutama dalam mengonsolidasikan internal.Dalam menjalankan tugasnya, Zulfa Mustofa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas PBNU serta mempersiapkan agenda-agenda penting organisasi, termasuk potensi pelaksanaan konferensi atau rapat besar yang akan menentukan kepemimpinan definitif.
Permintaan restu ini tidak hanya bersifat formalitas, melainkan sebuah seruan untuk menjamin bahwa seluruh keputusan dan langkah strategis yang diambil selama masa kepemimpinannya mendapat legitimasi dan dukungan penuh dari struktur di bawahnya. Ia berharap dukungan tersebut dapat mempermudah langkah-langkah PBNU dalam menjawab tantangan zaman dan berkontribusi lebih besar bagi bangsa.
Langkah Zulfa Mustofa meminta restu secara terbuka menunjukkan komitmennya untuk memimpin secara kolektif dan inklusif. Dalam tradisi organisasi keagamaan besar seperti NU, dukungan moral dan spiritual dari para kyai, ulama, dan pengurus cabang memiliki peran krusial. Pernyataan ini diharapkan dapat memperkuat barisan internal NU dan meredam potensi gesekan atau perpecahan. Dengan adanya dukungan yang solid, Pj Ketum PBNU ini optimis dapat menunaikan tugasnya dengan baik hingga masa jabatannya berakhir atau digantikan oleh ketua umum definitif yang terpilih.

+ There are no comments
Add yours