Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan berada pada kisaran 5,0% hingga 5,4% secara tahunan (YoY). Perkiraan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional diprediksi tetap tumbuh solid, namun belum mencapai target ambisius pemerintah yang sebelumnya berharap pertumbuhan bisa berada di level 6%.
Apindo menilai bahwa dinamika global, tekanan geopolitik, serta tantangan domestik seperti daya beli dan iklim usaha menjadi faktor yang dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi tahun depan.Apindo juga menjelaskan bahwa berbagai indikator ekonomi sejauh ini masih memperlihatkan ketahanan sektor usaha, meskipun beberapa hambatan struktural perlu segera diselesaikan agar pertumbuhan bisa lebih optimal.
Tantangan tersebut antara lain terkait investasi, efisiensi birokrasi, serta dorongan terhadap daya saing industri manufaktur dan ekspor. Meski demikian, pelaku usaha tetap optimistis bahwa reformasi kebijakan pemerintah—terutama pada sektor fiskal, industri, dan ketenagakerjaan—akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi pada tahun 2026.Proyeksi tersebut disampaikan Apindo melalui program Squawk Box CNBC Indonesia, Selasa (09/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Apindo menekankan pentingnya stabilitas kebijakan dan koordinasi lintas kementerian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Pelaku usaha berharap pemerintah mempercepat berbagai langkah strategis yang dapat memperbaiki iklim investasi, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat produktivitas nasional. Dengan langkah tersebut, target pertumbuhan yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang diyakini dapat dicapai secara lebih realistis dan berkelanjutan.

+ There are no comments
Add yours