Jakarta – Kantor Purbaya telah meluncurkan sistem digital canggih bernama Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) sebagai upaya strategis untuk mencegah praktik impor ilegal dan under-invoicing. Sistem ini memungkinkan pertukaran data secara otomatis dan integrasi antarinstansi, sehingga aktivitas impor dapat dipantau dan diverifikasi secara ketat.
Langkah ini diungkap dalam laporan pada 5 Desember 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa sistem ini penting untuk menutup celah penyelundupan dan manipulasi nilai barang impor yang merugikan penerimaan negara dan industri dalam negeri. Mekanisme otomatis dan real-time dari SINSW membuat dokumen impor lebih transparan dan meminimalkan kemungkinan pelanggaran.
Dengan penerapan SINSW, diharapkan bea cukai dan otoritas terkait dapat mendeteksi segera jika ada indikasi impor nakal atau penyalahgunaan dokumen. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya serius pemerintah untuk memperbaiki tata kelola impor di Indonesia, serta melindungi kepentingan ekonomi dan industri nasional.

+ There are no comments
Add yours