Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga memastikan berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk menjaga kelancaran suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan daerah sekitarnya yang terdampak cuaca ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang selama tiga hari terakhir membuat dua kapal pembawa Pertalite dan Biosolar tidak dapat sandar di Single Point Mooring (SPM) Belawan sejak 23 November 2025.

Untuk memastikan pasokan tetap terjaga, Pertamina melakukan alih suplai dari Integrated Terminal Lhokseumawe, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Dumai. Perusahaan juga menerapkan skema prioritas bagi SPBU yang mendekati stok kritis serta memaksimalkan distribusi produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamina Dex.

Selain itu, pemantauan intensif dan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, serta pihak penanganan kebencanaan terus ditingkatkan.Pertamina berharap suplai BBM dapat kembali normal segera setelah cuaca memungkinkan proses sandar dilakukan. Jika kondisi membaik, penyaluran Biosolar diperkirakan normal pada Rabu malam, sedangkan Pertalite diharapkan kembali stabil pada Kamis. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan karena seluruh upaya percepatan distribusi terus dioptimalkan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours