Jakarta – Harga emas dunia kembali bergerak melemah setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dua minggu. Pada perdagangan Kamis (27/11/2025), emas turun 0,16% menjadi US$4.157,27 per troy ons, sebelum kembali menguat tipis 0,13% pada Jumat pagi ke level US$4.162,56. Kondisi ini menunjukkan harga emas masih berada dalam fase konsolidasi setelah penurunan tajam yang terjadi pada Oktober lalu.
Pelemahan harga emas dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar kini memperkirakan peluang pemotongan suku bunga Desember mencapai 85%, jauh lebih tinggi dibandingkan 30% pada pekan sebelumnya. Sinyal beragam dari pejabat Federal Reserve, termasuk Mary Daly dan Christopher Waller, semakin memperkuat proyeksi penurunan suku bunga.
Selain itu, Kevin Hassett yang menjadi kandidat kuat pengganti Jerome Powell juga mendorong kebijakan suku bunga yang lebih rendah.Meskipun terkoreksi sekitar 5% dari rekor tertingginya pada Oktober, analis menilai faktor fundamental yang menopang harga emas masih kuat. Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, pelemahan dolar, tingginya permintaan safe haven, serta meningkatnya pembelian bank sentral diyakini akan menjaga stabilitas emas di atas level US$4.000 per ons. Dengan pasar AS yang tutup akibat libur Thanksgiving, pergerakan harga emas diprediksi tetap terbatas sambil menunggu kejelasan kebijakan The Fed dalam waktu dekat.

+ There are no comments
Add yours