Jakarta – COO BPI Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa proses merger BUMN Karya tidak dapat dirampungkan pada tahun ini. Ia memastikan penggabungan sejumlah perusahaan konstruksi milik negara tersebut baru akan terlaksana pada kuartal I 2026. Pernyataan ini disampaikan setelah serangkaian evaluasi menunjukkan bahwa proses restrukturisasi internal masih harus diselesaikan sebelum masuk ke tahap merger.
Dony menjelaskan bahwa penundaan ini berkaitan dengan kondisi keuangan BUMN Karya yang membutuhkan penanganan mendalam. Sejumlah perusahaan di sektor konstruksi itu masih harus merapikan struktur utang dan memperbaiki laporan keuangan agar merger dapat berjalan secara transparan dan akuntabel. Ia juga menambahkan bahwa beberapa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tengah dilakukan untuk meninjau ulang anggaran dasar perusahaan sebagai bagian dari persiapan.
Selain itu, BP BUMN hingga kini masih mengkaji bentuk terbaik untuk penggabungan perusahaan-perusahaan tersebut. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang ingin melakukan perampingan jumlah BUMN dan meningkatkan efektivitas holdingisasi. Sejumlah perusahaan yang termasuk dalam rencana merger antara lain Adhi Karya, Hutama Karya, Wijaya Karya, Waskita Karya, PP, Nindya Karya, dan Brantas Abipraya. Pemerintah berharap proses ini dapat memperkuat kinerja sektor konstruksi nasional setelah sempat tertekan akibat tingginya beban utang.

+ There are no comments
Add yours