Manado – Bank Indonesia terus memperkuat peran UMKM dalam perekonomian Sulawesi Utara melalui program pendampingan batik dan tenun bagi para perajin lokal. Salah satu penerima manfaat adalah Mariani Montu, pendiri Zabay Collection, yang kini dikenal sebagai pengrajin batik khas Sulut dengan warna cerah dan motif lokal. Sejak menjadi UMKM binaan BI pada 2017, Mariani mendapatkan pelatihan membatik, bantuan peralatan, pendampingan pemasaran, serta penguatan manajemen bisnis.
Tak hanya batik, BI juga mendukung pelestarian tenun Bentenan melalui kemitraan dengan Krisma Kain Bentenan. Tenun khas yang sempat hilang selama dua abad itu kembali dihidupkan dan kini telah dikenakan oleh beberapa presiden Indonesia. Lewat kolaborasi sejak 2023, UMKM ini rutin tampil di ajang Karya Kreatif Indonesia dan mendapatkan pesanan produk kain hingga pakaian jadi dari BI sepanjang 2025.
Program Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (WANUA) menjadi salah satu upaya BI mengatasi kendala UMKM seperti keterbatasan kapasitas produksi, kualitas produk, dan pembiayaan. Seluruh UMKM binaan juga diwajibkan menggunakan QRIS serta memanfaatkan aplikasi SIAPIK untuk pencatatan keuangan agar lebih mudah memperoleh akses pembiayaan. Dengan dukungan tersebut, BI berharap UMKM lokal dapat terus naik kelas, memperkuat ekonomi daerah, dan menjaga warisan budaya Sulawesi Utara.

+ There are no comments
Add yours