Jakarta – Sebuah riset dari Ainvest mengungkapkan lima negara dengan biaya penambangan Bitcoin termahal akibat tingginya tarif listrik. Italia menduduki peringkat pertama dengan estimasi biaya mencapai US$ 306.550 per Bitcoin, disebabkan oleh tarif listrik yang tinggi di Eropa, ketergantungan pada energi impor, serta regulasi lingkungan yang ketat. Negara-negara lain yang masuk dalam daftar ini adalah Bahamas, Austria, Swiss, dan Jerman.

Bahamas berada di posisi kedua dengan biaya penambangan sekitar US$ 280.000 per Bitcoin, karena negara ini sangat bergantung pada impor bahan bakar dan tarif listrik rumah tangga yang melonjak. Sementara itu, Austria menempati peringkat ketiga dengan biaya sekitar US$ 277.000 per Bitcoin, akibat dorongan transisi ke energi terbarukan dan ketergantungan pada mekanisme harga listrik Uni Eropa.

Swiss dan Jerman juga termasuk dalam daftar ini, dengan biaya penambangan masing-masing mencapai US$ 236.000 dan US$ 163.000 per Bitcoin. Di Swiss, pasar energi yang diatur ketat dan dominasi sumber energi terbarukan membuat harga listrik tetap premium. Sedangkan di Jerman, penutupan pembangkit nuklir membuat negara ini semakin bergantung pada energi terbarukan dan gas alam, yang menyebabkan tarif listrik melonjak tinggi.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours