Jakarta – Situasi tegang di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8) pagi, diwarnai dengan kehadiran personel TNI AD dan TNI AL di tengah massa aksi ojek online (ojol). Puluhan tentara diterjunkan untuk mendinginkan suasana dan mengajak massa berdialog, menyusul aksi pelemparan batu dan penembakan gas air mata yang sempat memanaskan situasi.

Para personel TNI berupaya mendekati massa aksi, mengajak mereka duduk bersama, dan berdialog secara persuasif. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meredam amarah massa yang masih bergejolak akibat insiden pada Kamis (28/9) yang berujung pada kematian seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan.

Sebelumnya, massa aksi kembali menggeruduk Mako Brimob Kwitang sebagai kelanjutan dari aksi protes mereka. Situasi sempat memanas ketika massa melempari batu ke arah polisi yang berjaga dengan peralatan lengkap di depan Mako Brimob. Polisi pun merespons dengan menembakkan gas air mata pada pukul 08.43 WIB, yang menyebabkan massa berhamburan mundur. Kehadiran TNI diharapkan dapat menjadi penengah dan membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif di tengah situasi yang masih rentan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours