Jakarta – Kondisi ekonomi Indonesia kuartal III 2025 menunjukkan perlambatan karena stimulan belanja masyarakat mulai habis. Mandiri Institute mencatat Mandiri Spending Indeks (MSI) turun ke 279,5 pada September 2025, lebih rendah dibanding kuartal I-II yang sempat hampir menyentuh angka 300. Perlambatan ini terjadi merata di berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, serta di berbagai kelompok belanja, termasuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan, dan hiburan.
Penyebab utama perlambatan ini adalah sudah tidak adanya faktor musiman atau stimulus seperti promo khusus yang sebelumnya mendorong konsumsi tinggi, contohnya saat hari kemerdekaan dan libur sekolah. Kepala Departemen Riset Ekonomi Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 hanya sekitar 4,9%–5%, turun dari 5,12% pada kuartal sebelumnya.
Melambatnya konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50% dari pertumbuhan ekonomi menjadi faktor utama perlambatan ekonomi. Kondisi ini mencerminkan awal normalisasi ekonomi setelah masa stimulus, yang penting diperhatikan dalam menyusun kebijakan ke depan agar pertumbuhan kembali stabil.
+ There are no comments
Add yours