Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas), memproyeksikan surplus beras sebesar 5 juta ton hingga September 2025. Hal ini berdasarkan perhitungan produksi beras nasional yang mencapai 28,22 juta ton, jauh lebih tinggi dari kebutuhan konsumsi masyarakat sebesar 23,21 juta ton. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan surplus ini menunjukkan tren positif bagi ketersediaan pangan nasional.Pemerintah memastikan ketersediaan beras tetap stabil melalui intervensi perberasan yang dilakukan secara konsisten. Namun, Bapanas mencatat adanya pola penyimpanan beras oleh petani di berbagai daerah sesuai kearifan lokal, di mana sebagian hasil panen ditahan untuk cadangan rumah tangga sehingga tidak seluruhnya masuk ke pasar. Berdasarkan survei, lebih dari 10 persen beras disimpan oleh rumah tangga produsen maupun konsumen.Hasil Survei Stok Beras dan Jagung Akhir Tahun 2023, menunjukkan mayoritas ketersediaan beras berada di rumah tangga produsen dan konsumen sebesar 66,34 persen, sementara stok lainnya tersebar di Bulog, pedagang, horeka, industri, hingga penggilingan. Dengan kondisi tersebut, Bapanas menilai surplus beras hingga September 2025 relatif sangat baik, meski pola penyimpanan lokal tetap harus diperhitungkan agar distribusi ke pasar berjalan lancar.
+ There are no comments
Add yours