Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, buka suara soal dugaan minyak babi dalam ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG), setelah laporan Indonesia Business Post dan isu di media sosial. Dadan bilang, “Sedang check and recheck (diperiksa kembali),” tapi BGN belum pernah mengadakan ompreng untuk MBG.Dugaan muncul karena investigasi dari China menyebut 30-40 pabrik di Guangdong memproduksi ompreng dengan label palsu “Made in Indonesia” dan logo SNI. Ompreng ini diduga mengandung bahan berbahaya seperti mangan tinggi dan minyak babi, yang diduga masuk ke program MBG di Indonesia.Untuk mengatasi kekhawatiran ini, Badan Standardisasi Nasional (BSN) sudah membuat standar SNI baru sejak 18 Juni 2025 untuk food tray baja tahan karat MBG. Deputi BSN Hendro Kusumo bilang, standar ini memastikan peralatan makan aman, tidak mudah rusak, dan bebas zat berbahaya, sekaligus mendorong produksi dalam negeri berkualitas.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours