Jakarta – Para peneliti China berhasil melakukan transplantasi paru-paru babi yang telah direkayasa genetik ke seorang pasien mati otak dalam prosedur xenotransplantasi paru-paru pertama di dunia. Tujuannya adalah menguji bagaimana sistem kekebalan manusia merespons organ babi, bukan untuk dipakai pada pasien hidup, karena teknik ini masih tahap uji coba praklinis.Setelah transplantasi, paru-paru babi berfungsi selama sembilan hari meskipun muncul tanda penolakan dini dalam 24 jam. Prosedur dihentikan atas permintaan keluarga pasien sebelum organ mengalami kerusakan lebih parah, dan belum diketahui berapa lama paru-paru itu bisa bertahan jika dibiarkan lebih lama.Para peneliti berharap studi ini membuka jalan bagi inovasi di masa depan dalam xenotransplantasi paru-paru, sekaligus mengidentifikasi tantangan besar seperti penolakan imun dan kerusakan jaringan yang harus diatasi untuk penerapan klinis.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours