Jakarta – Pasar otomotif Indonesia, mengalami pergeseran signifikan dengan menurunnya penjualan kendaraan berbahan bakar bensin (ICE) dan meningkatnya popularitas kendaraan listrik. Menurut Direktur ILMATAP Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, pangsa pasar kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), naik menjadi 7,62% dan Battery Electric Vehicle, (BEV) melonjak menjadi 9,7% pada Juli 2025. Sebaliknya, kendaraan listrik menunjukkan pertumbuhan pesat. Kendaraan hybrid electric vehicle (HEV), melonjak dari 0,28% menjadi 7,62% dan battery electric vehicle (BEV), naik dari 0,08% menjadi 9,7% pada periode yang sama. Menurut Direktur ILMATAP Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono, tren ini mencerminkan adanya perubahan preferensi konsumen yang beralih ke kendaraan lebih efisien dan ramah lingkungan. Pada tahun 2024, populasi kendaraan listrik mencapai 207 ribu unit, meningkat 78% dari tahun sebelumnya. Namun, pasar BEV saat ini masih didominasi oleh unit impor yang menguasai 64% pangsa pasar per Mei 2025, naik tajam dari 40,2% pada tahun sebelumnya. Insentif ini memungkinkan BEV impor hanya membayar pajak 12% dari seharusnya 77%, memberikan diskon signifikan. Namun, mulai tahun 2026, pemerintah akan menerapkan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40% untuk BEV, yang akan terus meningkat hingga 80% pada tahun 2030. Hal ini mendorong pemain industri BEV untuk mulai menjalankan skema Completely Knock Down (CKD) dan Incompletely Knock Down (IKD) agar memenuhi syarat TKDN.
You May Also Like
Potensi Kendaraan Terbakar, BYD Recall 97.000 Unit EV di China
October 2, 2024
Diskon Besar untuk Mobil LCGC di Bulan September 2024
September 4, 2024
+ There are no comments
Add yours