Surabaya – Jumlah jurnalis yang tewas di Gaza akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023 mencapai 240 orang, menjadikan konflik ini paling mematikan bagi dunia pers dalam sejarah. Korban terbaru termasuk juru kamera Palestine TV, Khaled Mohammed Al-Madhoun, dan lima staf Al Jazeera yang tewas dalam serangan di dekat rumah sakit Gaza. Militer Israel mengklaim serangan itu karena dugaan afiliasi jurnalis dengan Hamas, sementara para aktivis dan organisasi jurnalis mengecam keras tindakan yang dianggap upaya membungkam kebenaran. Ketua ARI-BP, Zaitun Rasmin, menilai pembunuhan ini bukan hanya menghilangkan nyawa tapi juga berusaha membunuh suara kebenaran. Konflik Gaza pecah sejak Oktober 2023 setelah serangan Hamas ke Israel, memicu operasi militer balasan oleh Israel yang menghancurkan banyak target sipil dan memicu krisis kemanusiaan besar hingga kini menewaskan puluhan ribu orang dan meluas ke wilayah lain.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours